Pasangan kita berselingkuh. Apa yang akan anda lakukan saat pasangan tertarik pada orang ketiga? Bagaimana sikap anda menghadapi situasi ini?
Anda marah. Anda mengira bahwa mereka melakukan apa yang mereka inginkan.
Anda mengira bahwa pasangan anda dan selingkuhannya melakukan apa yang mereka senangi.
Anda mengira orang-orang yang selingkuh tidak menyesal.
Anda mengira seperti itu, karena anda melihat bahwa orang orang yang selingkuh itu tidak melakukan apa yang anda inginkan.
Dimana seharusnya mereka itu manut dan ikut apa yang anda perintahkan. Apa yang anda inginkan harus mereka ikuti.
Dan, Mereka tidak melakukan apa yang anda inginkan.
Karena mereka melakukan apa yang tidak anda inginkan, lalu anda ingin mereka menyesal.
Anda ingin mereka dihukum.
Anggap saja orang orang yang selingkuh ini tidak melanggar satupun hukum. Tapi anda masih ingin mereka dihukum.
Anggap saja perselingkuhannya tidak parah. Hanya sering bertegur sapa, dan itu membuat anda cemburu. Dan anda marah. Anda ingin pasangan anda menyesal.
Padahal pasangan anda tidak melanggar hukum. Pasangan anda hanya melanggar suatu pemahaman. Pemahaman yang disusun oleh dua orang. Pemahaman antara anda dan pasangan anda. Bahwa anda dan pasangan anda adalah sepasang kekasih, dan tidak boleh ada orang ketiga.
Sekali lagi, anda mengira bahwa pasangan anda sudah memahami bahwa hadirnya orang ketiga itu tidak diperbolehkan.
Padahal pandangan anda salah. Pandangan anda bahwa pasangan anda mempunyai pandangan yang sama terkait orang ketiga itu salah.
Anda mengira bahwa anda dan pasangan anda itu tidak terpisahkan. Anda mengira bahwa ikatan antara anda dan pasangan itu sebuah ikatan absolut.
Padahal tidak ada. Tidak ada ikatan yang absolut. Tidak ada ikatan yang terus menerus dan jadi abadi. Tidak ada.
Walaupun memang, mereka yang terikat pada roman percintaan, baik itu pernikahan atau pacaran. Anda akan merasa bahwa ikatan itu pasti sempurna. Ikatan itu harus abadi. Padahal tidak seperti itu.
Tidak ada ikatan yang abadi.
Adanya ikatan yang diusahakan. Ikatan yang dijalankan.
Hubungan yang ada, hanyalah hubungan yang dijalankan. Yang harus dijalankan setiap harinya. Hubungan yang mana jika sekali saja tidak dijalankan, maka akan menghasilkan suatu hal baru terhadap hubungan itu. Saat anda bilang. “Ya, saya sudah menjalankan hubungan ini sebaik mungkin”.
Perlu anda ketahui, saat pasangan anda selingkuh, itu sudah jadi pertanda bahwa pasangan anda menganggap anda itu tidak menjalankan hubungan tersebut “sebaik mungkin”.
Dari dulu, aturan kehidupannya sudah seperti itu. Aturan kehidupannya adalah, tidak ada hubungan yang absolut. Tidak ada hubungan yang tak terpisahkan. Tidak ada hubungan yang sempurna.
Anda harus menjalankannya. Menjalankan hubungan itu. Selama menjalankan hubungan itu, anda harus memperhatikan perjalanannya. Diperhatikan detik perdetik, hari perhari.
Aturan kehidupannya adalah tidak ada hubungan yang 100 persen benar. Tidak ada hubungan yang absolut dan sempurna.
Jika anda inginkan hubungan yang absolut dan sempurna, ya jalinlah hubungan dengan orang mati. Nikahilah benda mati.
Jalinlah hubungan dengan sesuatu yang tidak akan berubah seiring berjalannya waktu. Jalin hubungan dengan batu, atau carilah malaikat yang tidak akan pernah berubah keyakinan hati maupun fisiknya.
Lalu bagaimana?
Jika pasangan anda selingkuh, jika muncul orang ketiga dalam kehidupan anda dan pasangan anda. Ya berarti anda punya dua pilihan.
Pasangan Berselingkuh, Pilihan Yang pertama, Anda Marah, dan Coba untuk Menghukum Mereka
Menghukum dengan memarahi, atau menghukum dengan berpisah dari mereka.
Lalu apa yang akan anda dapatkan dari pilihan ini?
Selama sehari dan dua hari anda akan dapatkan kepuasan yang aneh. Puas karena sudah berhasil membalas perselingkuhan atau hubungan yang tidak benar itu.
Lalu setelahnya? Setelahnya anda akan merasa sakit sendiri lagi.
Anda akan merasa bersalah. Setelah seminggu anda menghukum mereka, membalas perbuatan mereka, dan anda lihat lagi bahwa anda kemarin sudah menghukum mereka, akan ada perasaan aneh dan bersalah dalam diri anda.
Tahukah anda, bahwa 80 persen orang yang melakukan perceraian masih akan mengingat hubungan mereka yang telah bercerai tersebut. 90 persen orang yang dipisahkan di pengadilan, akan menangis karena menyesali perpisahan tersebut telah disahkan pengadilan.
Saat anda menikah lagi pun, anda akan lalu membanding-bandingkan pasangan anda yg sekarang dengan pasangan anda yang sudah anda ceraikan dulu itu. Artinya apa?
Saat anda menghukum pasangan anda dengan perceraian, atau perpisahan, sebenarnya anda hanya menghukum diri anda sendiri. Dengan menanamkan rasa yang tidak akan hilang seumur hidup anda. Rasa perceraian itu.
Baik anda dipisahkan dengan perceraian, anda dipisahkan dengan “kata putus”, atau anda dipisahkan oleh kematian. Jika anda merasa bahwa tidak adanya pasangan anda itu membuat hidup anda ada yang hilang, itu sudah menunjukan anda tidak mensyukuri hidup anda.
Atau bahkan anda sudah terbiasa mengesploitasi pasangan anda untuk kehidupan anda sendiri. Sehingga saat mereka berpaling dari anda, baik melalui orang ketiga, perceraian, atau kematian, anda akan merasa bahwa anda begitu kehilangan.
Lalu cara pertama ini siapa yang rugi? Ya lagi lagi anda sendiri. Anda sudah merasa dikhianati, dan dengan anda membalas perbuatan itu anda juga akan merasa hal negatif lainnya lagi.
Pilihan yang kedua, Anda Mengikhlaskan
Anda sadari bahwa kehidupan ini harus dijalani dengan ikhlas. Lalu anda menjadi berkembang dengan merasa lepas dan ikhlas.
“Pasangan saya selingkuh, terus kenapa?”
Justru dengan anda diselingkuhi pasangan anda itu anda harusnya berterima kasih terhadap mereka. Anda diingatkan bahwa anda tidak hidup di surga. Anda hidup di dunia nyata dimana ada kesenangan dan rasa sakit.
Anda jadi bisa mengingat kembali bahwa anda, pasangan anda, dan orang orang lain hanyalah manusia biasa.
Anda bisa mempersiapkan diri jika besok pasangan anda diambil secara permanen. Dan anda tidak akan pernah bertemu lagi dengan pasangan anda tersebut. Anda bisa mempersiapkan diri atas rasa sakit itu.
Kira kira pilihan mana yang akan anda pilih? Jika saya, saya akan mengambil pilihan yang memberdayakan saya.
Sebagai penutup tulisan ini, jika anda menemukan pasangan anda berselingkuh, atau ada main sama orang ketiga, ya semua kembali ke tangan anda.
Dengan anda melarang-larang, biasanya justru yang muncul adalah rasa curiga dan tidak percaya. Dengan anda berpisah, biasanya yang muncul adalah kenangan dan penyesalan.
Jika anda justru memilih mengikhlaskan, berarti anda loss, melepas. Anda jadi orang yang lebih kuat. Anda yakini saja bahwa pasangan anda yang selingkuh itu akan menyesal meninggalkan anda. Karena anda juga yakin bahwa anda sudah cukup baik terhadap mereka, jika lalu mereka berkhianat, berarti mereka sudah menjahati diri mereka sendiri. Justru mereka yang kehilangan anda.
Anda bisa yakini pilihan kedua ini. Dan tentu pilihan kedua ini membebaskan anda dari curiga, dendam, bahkan rasa kehilangan. Lalu, ijinkan masrahman memberi satu cara untuk bisa hidup lebih lepas dan loss. Belajarlah meditasi. Diam mengheningkan cipta. Yang itu nanti akan membuat kita lebih lepas dan ikhlas terhadap jalannya kehidupan ini. Jika para pembaca ingin belajar meditasi dan mengolah roso, bisa menghubungi masrahman lewat wa, 0877-8915-1382.

Leave a Reply