Bagaimana cara belajar kebatinan, dan bagaimana cara mempraktekkannya. Disini saya, masrahman, menawarkan kepada anda semua.
Pertama-tama, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu, apa itu kebatinan. Kebatinan bisa diartikan sebagai ajaran, atau kepercayaan, atau keyakinan, yang mengajarkan kepada kita perihal kesempurnaan batin, dan juga bagaimana mendekatkan diri pada hal-hal yang tidak kasat mata, salah satunya adalah Tuhan. Sederhananya, kebatinan dapat juga diartikan sebagai ilmu atau pemahaman yang mempelajari masalah batin.
Kalau kita bicara kebatinan, sebenarnya hal ini berasal dari negeri arab sana. Ya Bathinu, atau bathin. Yang artinya, “dalam”, “di dalam hati”, “tersembunyi”, bahkan juga hampir sama dengan “ghaib”. Walaupun ghaib sendiri juga berasal dari bahasa arab, sama seperti bathin, tetapi keduanya hampir sama.
Setelah kita mendapatkan pengertiannya, sekarang kita samakan persepsi juga perihal hal-hal yang umumnya ada dalam kebatinan. Yang pertama, kalau mau belajar kebatinan, biasanya kita disuruh menjauhi perbuatan atau hawa nafsu negatif. Selain itu, juga kita harus menjaga kesucian hati. Yang kedua, kebatinan, terutama kebatinan jawa, dimana kita mempercayai adanya tuhan yang maha esa, menjadikan kebatinan sebagai pandangan bahwa segala sesuatu itu berasal dari satu (berasal dari tuhan atau gusti). Jadi manusia itu merupakan percikan zat tuhan. Yang ketiga, setelah meyakini bahwa manusia adalah ciptaan tuhan, maka manusia, atau kita ini, belajar untuk mencari kebenaran dan ketuhanan melalui penglihatan non fisik atau batin.
Perlu diketahui, bahwa saya tidak menekankan kepada mereka yang mau belajar kebatinan untuk menjadi separuh malaikat, atau harus suci bersih tanpa dosa. Hanya saja, beberapa hal yang dapat menimbulkan dosa atau kesalahan, akan mempersulit diri kita untuk menguasai batin kita. Kita akan semakin sulit belajar kebatinan jika kita tidak berupaya untuk menghindari hal hal yang menjadi pantangan dalam mempelajari kebatinan.
Disini, masrahman ingin mengajak pembaca yang tertarik untuk belajar kebatinan, yang sebenarnya dalam keilmuan yang masrahman tekuni, disebut juga dengan kaweruh (pengetahuan). Karena penggunaan kata kebatinan lebih umum dan dikenal masyarakat, maka masrahman menawarkannya dengan sebutan kebatinan. Sebenarnya secara garis besar baik kebatinan ataupun kaweruh itu hampir sama. Dalam kaweruh yang masrahman pelajari, banyak prakteknya dilakukan secara mbatin (dalam hati). Kaweruh yang masrahman tekuni juga secara umum memiliki manfaat yang sama dengan kebatinan secara umum.
Jika pembaca berminat untuk berdiskusi, atau bahkan belajar kebatinan (kaweruh) bisa menghubungi masrahman melalui whatsapp.

Sebagai penutup, Bagi pembaca yang merasa, bahwa belajar kebatinan atau kaweruh bisa dilakukan tanpa guru, maka harap berhati-hati. Jika tersesat saat mempelajari kebatinan maka setidaknya, ada dua resiko, yang pertama adalah gila (atau pedhot alias putus) dimana terjadi putusnya nalar karena tidak adanya jaring pengaman seperti guru atau rekan satu keilmuan untuk menjaga agar nalar tersebut tetap tersambung. Yang kedua adalah hilangnya nyawa. Kehilangan nyawa bisa terjadi karena saat kita mengenali dunia bathin/ghaib maka banyak hal yang akan menjerumuskan diri kita kepada hal-hal yang membahayakan. Tidak sedikit orang kehilangan nyawanya karena disuruh oleh “ghaib” untuk melakukan tirakat-tirakat yang terlalu keras. Padahal itu membahayakan jiwanya.
Sekali lagi, masrahman terbuka untuk berdiskusi, dan menerima teman persaudaraan (ke-kadhang-an) bagi mereka yang berniat untuk belajar kebatinan. Gratis.

Leave a Reply