Kalau anda ada masalah, lalu anda merasa membutuhkan bantuan atau pertolongan orang maka jangan ragu untuk mencari pertolongan.
Semisal anda sakit, lalu anda merasa butuh pertolongan, anda dapat menelpon ambulans untuk mengantarkan anda ke tempat tertentu. Ke suatu rumah sakit misalnya. Ke bagian unit gawat darurat.
Anda bisa minta bantuan dokter, hanya saja dokter pasti ada jam prakteknya. Jika anda mengira dokter adalah orang yang selo dan longgar waktunya, maka anda salah besar. Dokter nggak mungkin membukakan pintu untuk anda di tengah malam. Apalagi anda nggak kenal dengan dokter tersebut. Bukan teman si dokter, bukan pula saudara keluarga dari dokter tersebut. Satu-satunya pilihan anda adalah pergi kerumah sakit.
Jadi Kalau mau minta tolong, pahami dulu harus kemana, dan tempatnya buka atau tidak. Jangan seenaknya mengira bahwa orang yang akan membantu atau menolong anda itu orang orang yang longgar waktunya.
Ada hal lain lagi untuk dipikirkan. Masih tentang bagaimana cara meminta tolong.
Kalau anda ada masalah, anda bisa minta tolong untuk nyelesein masalah anda. Saat minta tolong ini, anda baiknya lihat orang yang mau anda mintai tolong. Apakah orang yang anda temui itu orang yang suka banyak bicara, atau justru sat-set pengen cepet nyelesein masalah. Jangan banyak bicara dihadapan orang yang kurang suka berbicara banyak. Apalagi merasa sok kenal sok dekat.
Saya pribadi kurang senang berbicara. Apalagi kalau orang yang datang ke saya merasa sok kenal sok dekat dengan saya. Biasanya saya langsung ilfil. Kalau ada yang SKSD seperti itu langsung saya penggak dan sampaikan, “Bapak butuh apa”, atau “apa hajat yang ingin diselesaikan”.
Bagi saya pribadi, justru yang harus banyak bicara atau bertanya itu orang yang ingin menolong. Bukan justru yang minta tolong.

Kalau sampai orang yang minta tolong itu banyak bicara, biasanya masalah hidup yang muncul pada dirinya itu ya hasil mulut dan lidah dia sendiri. Jadi nggak ada ceritanya justru orang-orang yang datang minta tolong itu malah banyak tanya ke saya.
Kalau saya sudah sampai memotorng omongan mereka yang minta tolong dengan bicara, “apa hajatnya” itu artinya sudah masuk sesi dimana saya yang harusnya banyak tanya ke para tamu atau pasien.
Kalau pas kondisi seperti ini pasien atau tamu atau mereka yang minta tolong itu masih kebanyakan tanya, biasanya saya tawarkan mereka untuk pulang saja dan cari bantuan di tempat lain.
Jadi Kesimpulan tulisan ini:
- Jangan ragu untuk minta bantuan
- Jangan bertele-tele saat minta bantuan
Begitu saja kiranya tulisan ini, kalau ada kekurangan atau kesalahan kata saya minta maaf sebesar-besarnya. Oiya, ini akun profile FB saya.. jika pembaca ada yang masih menggunakan FB mungkin kita bisa berteman,


Leave a Reply